Sugeng Rawuh | Wilujeng Sumping | Selamet Dheteng | Rahajeng Rauh | Salamaik Datang | Horas | Mejuah-Juah | Nakavamo | Slamate Iyoma| Slamate Illai | Pulih Rawuh | Maimo Lubat |

Katedral Bogor, Stasiun Bogor dan Taman Topi


Kalau kita belok kanan kita akan sampai di Jl. Kapten Muslihat dan jika tidak menyebrang, maka kita akan kelewatan Katedralnya, maka kamipun menyebrang terlebih dahulu karena posisi Katedral berada di sebelah kiri jalan. Kami akan mulai menceritakan tentang sejarah Katedral ini.
Gereja Katedral ini dibangun sekitar tahun 1896 oleh MYD. Claessens. Gereja ini memiliki nama paroki resmi Santa Perawan Maria. Awalnya merupakan sebuah gereja Paroki Bogor yang termasuk dalam wilayah Prefektur Apostolik Sukabumi, yang kemudian berubah menjadi Keuskupan dengan nama Keuskupan Bogor. Gereja Paroki Bogor inipun dijadikan sebagai Gereja Katedral Keuskupan Bogor. Sesingkat itukah? Engga, gereja ini memiliki sejarah yang panjang.
Baca selengkapnya di sini

0 comments:

Post a Comment

Indonesia Barat